Keindahan Air Terjun Kedung Grojog di Desa Soko Bagaikan Potongan Surga Yang Tersembunyi.
Sumberlawang,
Sragen, Jawa Tengah, 20 April 2022.
Muhammad
Isa Pradana Suliwa//A310190165
Sragen - Desa Soko di Kecamatan Miri, Sragen, menjadi satu dari tiga desa yang
akan dikembangkan Pemkab untuk mendukung wisata Gunung Kemukus. Tak banyak yang
tahu bila di sekitar Desa Soko terdapat spot menarik yang oleh beberapa orang
sebagai potongan surga tersembunyi. Spot itu adalah Air Terjun Kedung Grojog.
Desa Soko berada sekitar 33 km dari ibu kota
Kabupaten Sragen dan memiliki potensi yang bagus di bidang pertanian dan
pertambangan. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan agrobisnis dan
pertambangan. Desa Soko terletak
antara dua desa di Kecamatan Miri dan dua desa di Kecamatan Sumberlawang. Jarak
Desa Soko dengan ibukota Kecamatan Miri maupun ibukota Kecamatan Sumberlawang
sekitar 1,5 km.
Di dekat Desa Soko terdapat air terjun yang tak banyak orang tahu.
Namanya Kedung Grujug. Air terjun yang berada di antara Desa Soko dan Doyong
ini belum tergarap sehingga masih sepi pengunjung. ditelusuri dari
namanya, Kedung Grujug berasal dari Bahasa Jawa. Kedung memiliki arti sungai
yang dalam. Sementara grujug artinya siram. Dari nama ini bisa diartikan Kedung
Grujug adalah siraman air di sungai yang dalam.
Air terjun Kedung Grujuk hanya memiliki ketinggian
sekitar 5 meter. Tempat ini Cocok bagi traveller yang ingin mencari
ketenangan dan melepas rasa penat. Masih menurut sumber yang sama, Ketua
RT02 Dusun Pungkruk, Desa Doyong, Cipto Sumarno, mengatakan Kedung Grujug
berada di aliran Sungai Prupuk. Susunan tebing batu yang membentuk air terjun
berasal dari aliran Sungai Kedung Kancil yang bermuara di Waduk Kedung Ombo.
“Kebanyakan yang datang ke sini itu para pemancing
ikan. Karena kalau debit air sungainya meningkat itu ikannya melimpah. Makanya,
di pinggir sungai ada branjang untuk menjaring ikan. Sedangkan pengunjung anak
muda yang mau foto-foto paling ramai ya di hari Sabtu dan Minggu,” katanya
dalam artikel yang dimuat sekitar Maret 2019 lalu.
Cipto tak menampik, potensi Kedung Grujug memang belum tergarap secara
serius. Hal ini terlihat dari belum terpasangnya papan penunjuk arah maupun
kondisi bantaran Sungai Prupuk yang masih rimbun dengan alang-alang. Padahal
ditilik secara lokasi, destinasi baru ini menawarkan suasana sejuk nan asri.
“Masyarakat di sini masih menunggu dari Dinas
Pariwisata (Disbudparpora Sragen), (lokasi ini) dijadikan objek wisata agar
bisa semakin ramai. Karena letak Kedung Grujug ini kan diapit Desa Doyong dan
Desa Soko. Jadi enggak mungkin bisa jalan sendiri dengan Dana Desa,” ujarnya.
Bagi yang penasaran dengan air terjun Kedung
Grujug, lokasinya tak jauh dari pinggir jalan Solo-Purwodadi atau berjarak
sekitar 3 km dari kota Kecamatan Gemolong. Begitu tiba di Dusun Pungkruk,
pengunjung bisa menitipkan kendaraannya di rumah warga. Pasalnya, untuk menuju
lokasi air terjun, harus berjalan kaki sekitar 8 menit.


Comments
Post a Comment